ASAL MUASAL NAMA MADINAH
--- RISALAH 100 MASJID ---
Madinah, merupakan sebuah
kota yang memiliki sejarah panjang. Kota Madinah sebelum Islam diisi penduduk yang berasal dari tragedi yang
menimpa di masa Nabi Nuh AS, yaitu banjir besar yang menenggelamkan bumi.
Diceritakan bahwa sebagian umat Nabi Nuh AS itu tenggelam terbawa banjir besar,
termasuk putra Nabi Nuh, Kan’an. Sedangkan sebagian umat yang selamat, mereka ikut serta dalam bahtera
kapal Nabi Nuh selama satu tahun 10 hari. Usai selamat, terdapat salah seorang
pengikut Nabi Nuh bernama Yatsrib bin Qaniyah bin Mahlail, pergi ke sebuah
tempat. Kejadian ini bertepatan pada masa 3043 sebelum Masehi, dan nama tempat
yang datanginya itu pun dikenal dengan nama Yatsrib.
Dinamai Yatsrib karena merujuk pada orang pertama yang
mendatangi tempat tersebut. Yatsrib di kemudian hari dikenal sebagai nama kota
yang pada zaman hijrah Rasulullah diganti namanya menjadi Madinah.
Meski dalam sejarahnya Yatsrib telah mendatangi tempat
itu, namun beliau tidak lama menetap di sana dan memutuskan untuk pindah ke
Juhfah. Kendati demikian, nama Yatsrib yang diabadikan menjadi sebuah
kota semakin populer dan dikenal banyak orang-orang Arab di masa itu maupun
masa seterusnya.
Selain para pengikut Nabi Nuh, Kota Madinah sebelum Islam
juga pernah diisi dengan sejumlah kekuatan politik, salah satunya dari Dinasti
Amalekit. Meski dinasti ini kekuasaannya berpusat di Mesir, namun mereka
sesungguhnya mempunyai kekuatan yang tersebar di berbagai kawasan Arab lainnya.
Antara lain Suriah, Yaman, Mekkah, dan juga Yatsrib. Kekuasaan Dinasti Amalekit
ini mendiami Kota Yatsrib setelah pengikut Nabi Nuh bermigrasi ke Juhfah.
Adapun para klan dari Dinasti Amalekit yang mendiami Yatsrib antara lain Bani
Sa’ad, Bani Haf, Bani Mathar, Bani al-Azraq, hingga Bani Ghaffar.
Selanjutnya, pada tahun 622 Masehi, Nabi Muhammad SAW berhijrah
ke Yastrib dengan sahabatnya, Abu Bakar ash-Shiddiq, dari Makkah. Sejak saat
itu, nama kota tempat tinggal mereka diubah, yakni dari Yastrib menjadi
Madinah.
Wallahu a`lam.
Senin, 21 November 2011
Masjid An Nur, Jalan Pancasila –
Pontianak
-------------
Tulisan
tambahan Penulis :
Tulisan
tentang Asal Mula nama Madinah tersebut diatas merupakan tulisan pada tahun
2011. Disini Penulis ingin menambahkan bahwa berdasarkan tulisan tersebut bahwa
peristiwa banjir besar pada masa Nabi Nuh AS terjadi pada kurun waktu tahun 3043
sebelum Masehi. Artinya jarak antara permulaan Masehi dengan peristiwa tersebut
tidak sampai puluhan bahkan ratusan tahun, apalagi hingga ribuan atau jutaan
tahun.
Selanjutnya,
dapat diketahui berapa jarak masa antara Nabi Nuh AS dengan Nabi Adam As.
Berdasarkan
Silsilah Nabi Muhammad SAW dalam kitab al-Sirah al-Nabawiyyah, karya Imam Ibnu
Hisyam bahwa silsilah dari Nabi Nuh AS hingga kepada Nabi Adam AS adalah Nabi Nuh
AS bin Lamak bin Mattu Syalakh bin Akhnunkh—dia adalah Nabi Idris, bani Adam
pertama yang dianugerahi kenabian dan baca tulis—bin Yard bin Malayil bin Qainan
bin Yanisy bin Syits bin Adam 'alaihis salam.
Dalam silsilah
Nabi Nuh AS tersebut terlihat bahwa jarak antara Nabi Nuh AS dengan Nabi Adam
AS adalah berjarak sembilan generasi, yang diperkirakan berjarak antara 2000 –
4000 tahun. Sehingga jika disambungkan dengan masa ketika terjadi banjir besar
tahun 3043 SM, maka jarak antara permulaan Masehi dengan masa Nabi Adam AS
adalah antara 5000 – 7000 tahun.
Dalam sebuah
riwayat ada yang menyebutkan bahwa ketika Nabi Idris AS lahir, Nabi Adam AS masih
hidup, karena Nabi Adam AS umurnya mencapai 1000 tahun. Selanjutnya tinggal
dilihat jarak antara Nabi Idris AS dengan Nabi Nuh AS yaitu berjarak 3 generasi
yang dalam riwayat disebutkan berjarak 1711 tahun. Artinya jika disambungkan
maka jarak antara Nabi Adam AS hingga ke Nabi Nuh AS adalah 2711 tahun.
Berdasarkan
hitungan tersebut maka jika disambungkan dengan peristiwa banjir besar masa
Nabi Nuh tahun 3043 SM kemudian ditambahkan 2711, maka jarak antara keberadaan
Nabi Adam AS dengan permulaan Masehi adalah 5754 tahun.
Jika hitungan
masa tersebut diatas dilanjutkan hingga pada masa sekarang ini, dimana sekarang
adalah tahun 2020, maka jumlahnya adalah 7774 tahun.
Jadi baru
sekitar 7000-an tahun lebih keberadaan manusia di muka bumi.
Demikian, Wallahu
a`lam.
Tomi, S.Pd.,M.E.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar